Iwan Purnama, Brand Manager dari Faber-Castell menambahkan, tidaklah mudah untuk memperoleh predikat Top Of Mind karena harus melalui perjuangan yang panjang tetapi lebih sulit adalah mempertahankannya. "Untuk itu Faber-Castell akan tetap mempertahankan apa yang memang sudah digemari oleh konsumen dan berusaha untuk dapat memberikan nilai tambah kepada konsumen," tegasnya.
Ketika ditanya bagaimana dengan banyaknya produk-produk dari China yang banyak dijual di Indonesia, Iwan menjelaskan bahwa saat ini konsumen sangat jeli. " Daripada membeli produk murah tetapi kualitasnya tidak jelas, mereka lebih memilih produk yang mungkin memiliki harga sedikit lebih premium tetapi memang berkualitas. Sebagai contoh, kalau anda membeli pensil China yang harganya Rp.500,- tetapi anda pakai putus terus sehingga pensil itu akan habis dalam waktu 3-6 hari, apakah tidak lebih baik menggunakan pensil Faber-Castell yang bisa anda pakai paling tidak 2-3 bulan dengan harga Rp.2.000,-. Coba kita hitung berapa cost dari yang membeli pensil China tersebut untuk jangka waktu 2 bulan ? (Rp.500 x 8 minggu = Rp.4.000,-). Jelas kan bahwa yang murah itu tidak selamanya hemat, selain itu anak jadi putus asa loh pakai pensil putus-putus terus," jelasnya sambil tersenyum. Jadi untuk apa pusing, pilih yang berkualitas saja sambil menunjukkan pensil Faber-Castell.