Inilah 3 Pemenang Nasional

Lomba Gambar 250 Tahun Faber-Castell

yang Berhadiah ke Jerman

 
 

 

Jakarta, 4 Juni 2011. Setelah sukses dalam pelaksaaannya,  lomba gambar 250 tahun Faber-Castell “The Castle of Your Dreams”,   akhirnya sampai juga dipuncak acara. Dalam closing ceremony tersebut diumumkan juga 3 juara nasional lomba gambar yang  nantinya, berkesempatan bisa menghadiri puncak perayaan ulang tahun Faber-Castell ke-250 tahun di Stein, Jerman pada bulan Juli mendatang.Ketiga juara nasional yang mewakili 3 kategori, A ( Tingkat Taman Kanak-Kanak/TK), B (Tingkat Kelas SD 1-3), C (Tingkat Kelas SD 4-6) yaitu:

  • Juara kategori A Rofifah Marwa Zayyanti (Event Cirebon).
  • Juara kategori B Alycia Febriana (Event Gandaria City-Jakarta)
  • Juara Kategori C Tustita Metadevi Jayamangalani Suprato (Event Bandung).

 
 

Closing ceremony dan pengumuman pemenang dilaksanakan di Atrium Mall Of Indonesia (MOI) Jakarta, 5 Juni 2011 dan gambar para pemenang tiap daerahnya dari seluruh Indonesia dipamerkan di Atrium MOI sejak tanggal 2 Juni hingga 12 Juni 2011 mendatang.

 

Lomba yang diadakan dalam rangka memeriahkan perayaan HUT  ke-250 tahun Faber-Castell ini, telah dilaksanakan di 31 kota di seluruh Indonesia, yang telah dimulai di Medan pada tanggal 27 Februari dan diakhiri di kota Banjar Baru pada tanggal 1 Mei 2011 silam. Dalam pelaksanaan lomba tersebut mendapatkan tanggapan positif dari sejumlah kalangan, tercatat lebih dari 36.000 peserta mengikuti kegiatan ini.

 

Adapun proses penjurian dari lomba ini, telah dilaksanakan pada Jumat, 25 Mei 2011 silam. Team Juri terdiri dari Ibu Lucky Wijayati, M.Sn -Wakil Dekan II  Fakultas Seni Rupa Institut Kesenian Jakarta (IKJ), Ibu Meliana Surya Dewi, M.Si-Dosen luar biasa di Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dengan bidang Psikologi Peminatan Pendidikan, beserta Doni Lumwartono, selaku Manager Design Faber-Castell  dan Yayu A.R dari team Creative Development Faber-Castell serta disaksikan oleh notaris Bpk Desman,S.H.,M.Hum.,M.M.

 

Seleksi akhir untuk menentukan juara nasional, berlangsung  dengan sangat ketat, karena hasil gambar yang berhasil maju ketahapan seleksi akhir, merupakan hasil gambar yang terbaik. Saat proses penilaian, identitas dari tiap gambar ditutup, sehingga para juri hanya menilai gambarnya saja. Dari 32 gambar per kategori yang masuk dalam seleksi akhir, dipilih dahulu 10 besar, kemudian dipilih 3 besar sebelum ditentukan juara pertamanya.

 

Lucky Wijayanti-Wakil Dekan II Fakultas Seni Rupa Institut Kesenian Jakarta (IKJ) salah satu juri dalam lomba ini mengatakan, penentuan pemenang lomba diputuskan berdasarkan, daya kreatifitas dalam menangkap tema yang diberikan, menuangkan ide atau konsep seni kedalam sebuah cerita gambar, mengolah sensitifitas rasa estetik dalam sebuah gambar, kreatif dan terampil dalam menggunakan media/ alat gambar serta kemampuan menyatukan antara teknik menggambar dengan ide kreatif.

 

Hasil dari penilaian lomba tersebut juga telah disahkan secara hukum, untuk lebih jelas proses penjurian bisa dilihat melalui website www.faber-castell.co.id.

 

Managing Director Faber-Castell, Yandramin Halim mengatakan pihaknya sangat terkejut, dengan antusiasme dari anak-anak Indonesia yang turut berpartisipasi dalam kegiatan lomba ini, dan Yandramin Halim juga berharap nantinya dari lomba ini, selain membangun sisi kreativitas anak-anak Indonesia, juga akan memunculkan para seniman lukis asal Indonesia yang mungkin bisa menjadi pelukis bertaraf internasional.

 
 
 

Video Penjurian Lomba Gambar 250 Tahun Faber-Castell

 

 
 

Testimonial dari Juri

 

Secara menyeluruh karya finalis lomba Menggambar Nasional 250th Faber -Castell mengagumkan.Potensi bakat dan kreativitas anak Indonesia sungguh dapat dibanggakan. Saya merasa bangga bahwa ada lomba menggambar seperti yang diselenggarakan oleh Faber-Castel untuk menjaring minat dan bakat anak dalam melukis di lingkup nasional.Meskipun saya sangat paham bahwa untuk menyelenggarakan lomba nasional seperti ini tidaklah mudah, Artinya perlu ada sebuah persiapan penyelenggaraan yang matang, termasuk persiapan penjurian.

 

Penyelenggaraan penjurian di tingkat final (dimana saya menjadi salah seorang anggota juri), telah disiapkan dan diatur oleh pihak Faber-Castell dengan sangat baik, kriteria penilaian telah disiapkan dan dipaparkan kepada dewan juri sebelum saat penjurian dimulai, maksudnya untuk dapat dipahami oleh para juri.Dewan juri terdiri dari empat orang hal ini dilakukan untuk memperoleh hasil penilaian yang objektif.Selain itu dewan juri hanya menilai hasil gambar anak tanpa tahu nama,maupun asal usul anak yang membuat gambar tersebut.Selama penjurian seorang notaris dan asistennya mengawasi jalannya penjurian dan mengesahkan hasilnya sebagai sebuah keputusan yang tidak dapat diganggu gugat. Kami sebagai juri,bekerja melaksanakan tugas kami dengan sepenuh hati, untuk memilih satu yang terbaik dari setiap kelompok usia/tingkat sekolah yang telah ditetapkan.

 

Penjurian adalah sebuah pekerjaan yang kami sadari sebagai sebuah dedikasi bagi pendidikan anak-anak Indonesia.Kalaupun akhirnya, ada yang berhasil dan ada yang belum berhasil menjadi yang terbaik dalam lomba ini,saya kira hal ini adalah bagian dari sebuah proses untuk mengantar anak-anak kita ke masa depan yang cemerlang meraih bakat,kreativitas dan prestasi yang optimal. Serta mendampingi anak dalam tumbuhkembang untuk memiliki kepribadian yang yang menunjang minat,bakat,kreativitas maupun prestasinya.Semua itu harus menjadi upaya kita bersama....

 

Ibu Meliana Surya Dewi, M.Si

Dosen luar biasa di Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Jakarta dengan bidang Psikologi Peminatan Pendidikan

 

 

KEPUTUSAN PENJURIAN LOMBA MENGGAMBAR

 

Penentuan pemenang lomba diputuskan berdasarkan:

  1. Daya kreatifitas dalam menangkap thema yang diberikan
  2. Menuangkan ide atau konsep seni kedalam sebuah cerita gambar
  3. Mengolah sensitifitas rasa estetik dalam sebuah gambar
  4. Kreatif dan terampil dalam menggunakan media/ alat gambar
  5. Kemampuan menyatukan antara teknik menggambar dengan ide kreatif.

 

Demikian alasan saya memilih karya para pemenang.

Salam,

Ibu Lucky Wijayati, M.Sn

Wakil Dekan II  Fakultas Seni Rupa Institut Kesenian Jakarta (IKJ)

 
 

Testimonial dari Notaris

 

Kami sungguh berkesan menjadi Notaris (Pejabat Umum) yang menyaksikan dan membuat Berita Acara proses Penjurian Lomba Menggambar Nasional dalam rangka 250 tahun perusahaan Faber-Castell.

 

Hasil karya anak-anak Indonesia seluruhnya bagus dan memiliki keunikan dari masing masing anak. Proses penilaian dan penjurian telah dilakukan secara objektif dengan tanpa menyertakan data nama dan asal daerah peserta. Para juri dengan kompetensi, latar belakang keilmuan dan pengalaman masing-masing telah berusaha keras untuk menentukan pemenang yang layak mewakili wajah anak-anak Indonesia. Kami menyaksikan para juri pada awalnya juga berbeda pandangan tentang karya terbaik yang akan mewakili Indonesia ke negara Jerman (Eropa). Akan tetapi dengan kriteria penilaian yang telah disepakati bersama, akhirnya terpilih hasil karya dengan nilai tertinggi.

 

Kami percaya semua anak peserta lomba adalah pemenang. Untuk yang tidak terpilih saat ini agar tidak berkecil hati, berusaha dan belajarlah lebih giat, karena anda-anda juga anak-anak Indonesia yang terbaik.

 

Selamat buat semuanya.

 

Salam,

DESMAN,S.H.,M.Hum.,M.M.

Notaris di Jakarta