Berkreasi bersama Ǿistein Kristiansen

Menyenangkan Sekaligus Mendidik”

 

Jakarta, 18 Februari 2012, Kreativitas merupakan salah satu faktor penting dalam tumbuh kembang seorang anak. Kreavitas juga sangat berhubungan dengan proses pengembangan diri, kecerdasan emosional, dan mendukung stimulasi sensorik serta motorik anak. 

 

Faber-Castell sebagai salah satu produsen alat tulis dunia menyadari pentingnya untuk terus mendukung pertumbuhan anak, khususnya dalam sisi kreativitas, ungkap Managing Director PT Faber-Castell International Indonesia Yandramin Halim. Halim menambahkan saat ini Faber-Castell menghadirkan kartunis asal Norwegia Ǿistein Kristiansen untuk bertemu anak-anak Indonesia, dalam sebuah acara yang bertemakan : Berkreasi Bersama Ǿistein.

 

Karena kami percaya, anak-anak Indonesia dapat mengembangkan bakat seninya yang luar biasa bila dibimbing dengan tepat. Kegiatan tersebut diadakan di West Atrium, Living World-Alam Sutera, Serpong, pada Sabtu 18 Februari 2012. Selain itu di tempat yang sama akan dihadirkan Replika Monalisa Terbesar dunia yang merupakan hasil kerja anak-anak Indonesia yang sangat membanggakan, ujar Halim lebih lanjut.      

 

Halim menjelaskan Ǿistein Kristiansen merupakan kartunis asal Norwegia yang dikenal melalui keahliannya dalam menggambar dengan teknik menggambar dengan pola acak (dodling). Oistein hadir di Jakarta selama beberapa hari, sebagai bagian dari proyek sosial di bidang kreativitas seluruh Asia, seperti Kamboja, Singapura dan Vietnam. Dodling sendiri dapat membantu mengasah kemampuan otak kanan dalam mengembangkan imajinasi dan kemampuan berkreatifitas. 

 

Halim menerangkan lebih lanjut, bahwa Ǿistein Kristiansen yang kelahiran September 1965 ini, sempat bekerjasama dengan beberapa media internasional terkemuka, seperti majalah Vogue, Elle, dan Nickelodeon. Terkait dengan replika Monalisa, yang memiliki tinggi 588,40 cm dan lebar 356,40 cm adalah hasil karya 276 anak dari perwakilan Sekolah Harapan Bunda Jakarta pada tahun 2010 silam, dibuat dengan teknik Pointilism menggunakan Connector Pen dan telah memperoleh penghargaan dari Museum Rekor Dunia-Indonesia (Muri), serta masih akan hadir di Living World hingga tanggal 28 Februari 2012.

 

Pointilism sendiri merupakan salah satu teknik dalam lukisan yang memanipulasi ketidak-sensitifan mata dalam meneliti detail kumpulan titik hingga mampu memberikan kesan keberadaan bidang atau warna baru yang di populerkan oleh Georges-Pierre Seurat dan digunakan sebagai teknik dasar mesin printing hingga saat ini.