Faber-Castell Terbangkan 14 Pemenang Lomba Gambar ke Malaysia.

 
 

Jakarta, 2 Mei 2012.  Setelah sukses dalam pelaksanaannya,  lomba mengambar  Faber-Castell  ”Terbang Bersama Kreasiku” (TBK) akhirnya sampai juga di puncak acara. Dalam penjurian yang dilaksanakan di  7 wilayah pelaksanaan lomba maka terpilihlah 14 pemenang lomba yang berhasil mengalahkan lebih dari 22.000 peserta lain.

 

Nantinya 14 pemenang lomba ini bersama para pendamping akan berkunjung ke pabrik Faber-Castell di Malaysia serta berwisata ke beberapa tempat di Kuala Lumpur, Malaysia pada 19-22 Juni 2012.  

 

Managing Director PT Faber-Castell International Indonesia Yandramin Halim mengatakan acara ini merupakan bentuk kepedulian Faber-Castell terhadap pendidikan khususnya kreativitas anak.  Lomba dilaksanakan di 44 kota yang tersebar di seluruh Indonesia. Acara ini juga bertujuan memberikan kesempatan bagi anak-anak di kota tersebut untuk mendapatkan sebuah pengalaman baru, karena para peserta dikenalkan kepada teknik menggambar yang dikembangkan oleh Faber-Castell yakni Pointilism, Patterning dan Contouring, dan para peserta juga menggunakan alat gambar khusus yakni Connector Pen Faber-Castell.

 

Yandramin Halim menambahkan kegiatan lomba ini telah dimulai dari kota Beradan, Sumatera Utara pada 29 November 2011 silam dan berakhir di Parigi, Sulawesi Tengah 29 April 2012.

 

Peserta lomba mengambar Faber-Castell ini terdiri dari anak-anak sekolah taman kanak-kanak (TK) dan sekolah dasar (SD) kelas 1-3. Adapun ke-14 pemenang tersebut adalah 7 pemenang untuk kategori mewarnai bagi tingkat taman kanak-kanak, dan 7 pemenang kategori melengkapi & mewarnai gambar bagi SD kelas 1-3, tambah Halim.

 

 

 
 

Sementara itu Ketua Panitia Nasional Lomba Gambar Terbang Bersama Kreasiku, Niken D.Mahanani mengatakan pihaknya cukup bangga dengan antusiasme dari anak-anak Indonesia yang turut berpartisipasi dalam kegiatan lomba ini. Hal ini menunjukan keinginan yang sama dari seluruh anak-anak Indonesia untuk bisa menunjukan kreativitasnya.  

 

Niken D.Mahanani menjelaskan bahwa proses penjurian utama di setiap lokasi penyelenggaraan melibatkan akademisi pendidikan daerah setempat, perwakilan Faber-Castell dan disahkan secara hukum oleh pihak notaris.  

 

Seleksi akhir untuk menentukan juara nasional berlangsung dengan sangat ketat,  karena hasil gambar yang berhasil maju ketahapan seleksi akhir, adalah gambar  para juara 1 dari tiap daerah pelaksana lomba.

 

Saat proses penilaian, identitas dari tiap gambar nominasi penjurian ditutup, sehingga para juri hanya menilai gambarnya saja.  Juri akan memilih 3-4 gambar untuk dinilai dan nilai tertinggi akan keluar sebagai pemenang utama.

 

Niken D.Mahanani berharap nantinya dari lomba ini, selain membangun sisi kreativitas anak-anak Indonesia, juga akan memunculkan para seniman lukis asal Indonesia yang mungkin bisa menjadi pelukis bertaraf internasional.