Belajar Lebih Asyik dengan Studygram

Kata siapa belajar selalu membosankan? Kalau catatan yang kita buat acak-acakan, sih, ya mungkin saja. Tapi sekarang catatan pelajaran atau kuliah pun bisa dibuat menjadi karya seni tanpa kehilangan fungsi awalnya. Asyiknya lagi, catatan artistik yang Anda buat bisa dibagikan ke seluruh dunia lewat Instagram yang akhirnya memunculkan istilah Studygram.

Lewat Studygram, Anda bisa berbagi pengetahuan dan saling menginspirasi. Membaca catatan orang lain yang rapi dan artistik tentu lebih menyenangkan, dan Anda juga bisa termotivasi untuk membuat hal yang sama. Jika proses belajar jadi lebih menyenangkan, produktivitas juga bisa meningkat.

Apa, sih, yang dibutuhkan untuk membuat Studygram? Pertama tentu saja buku catatan, bisa polos, bergaris atau bahkan kotak-kotak. Perlengkapan selanjutnya adalah aneka alat tulis, mulai dari pensil, pulpen berbagai warna dan ukuran, highlighter, penggaris, post-it, dan tentu saja kreativitas. Studygram tidak membatasi catatan pada tulisan saja, Anda bisa menambahkan gambar, ilustrasi, diagram, dan dekorasi lainnya yang membantu menjelaskan catatan.

Anda bisa memulai dari hal yang sederhana. Misalnya menggunakan pulpen dengan warna berbeda untuk menulis judul dan sub-judul, dan membubuhkan highlight untuk kata-kata kunci yang Anda anggap penting. Jika Anda merasa highlight warna metalik terlalu mencolok, maka textliner 38 warna pastel dari Faber-Castell bisa menjadi pilihan. Koleksi warna lembut lemon, hijau muda, biru langit, lavender, merah muda dan koral bisa membuat lembaran catatan menjadi lebih cantik.

Selain itu, catatan akan lebih enak dibaca jika Anda membuat poin-poin penting dalam kalimat pendek dibanding dengan paragraf-paragraf panjang. Buat penanda (bullet) dengan warna berbeda untuk setiap topik. Agar tidak terlalu ‘ramai’, Anda bisa menentukan tema warna untuk tiap bahasan. Satu hal yang juga disukai para pembuat Studygram adalah tulisan indah atau kaligrafi untuk menulis judul. Anda bisa mulai belajar menulis indah menggunakan pulpen khusus kaligrafi yang mudah digunakan.

Langkah selanjutnya adalah membuat akun Instagram untuk mengunggah karya Anda. Meskipun tidak terlalu sering, usahakan untuk rutin mengunggah catatan agar selalu ada hal baru yang bisa dilihat follower Anda. Jangan lupa untuk mencantumkan hashtag dan men-tag teman-teman jika perlu. Tidak ada aturan baku dalam membuat Studygram, yang penting Anda merasa senang melakukannya. Tapi ingat, jangan sampai keasyikan unggah di Instagram, Anda sampai lupa tujuan utama dibuatnya catatan, yaitu belajar!

Anda akan tertarik dengan ini

Membuat Bullet Journal
Membuat Bullet Journal
Lebih teratur dengan bullet journal, tambahkan sentuhan kreativitas dalam tiap tulisan
Selengkapnya
Hidup Teratur dan Kreatif dengan Bullet Journal
Hidup Teratur dan Kreatif dengan Bullet Journal
Apa yang dibutuhkan untuk membuat bullet journal?
Selengkapnya
White Board Marker Faber-Castell, Andalan Guru di Kelas
White Board Marker Faber-Castell, Andalan Guru di Kelas
Tahun ajaran baru juga merupakan tantangan untuk para pahlawan tanpa tanda jasa.
Selengkapnya

Mulai dengan yang ini

Textliner 46 Pastel vanilla ink
Textliner 46 Pastel vanilla ink
Textliner 46 Pastel turquoise ink
Textliner 46 Pastel turquoise ink
Textliner 46 Pastel Lilac Ink
Textliner 46 Pastel Lilac Ink
Textliner 46 Translucent Orange Ink
Textliner 46 Translucent Orange Ink
Tahukah Kamu?
Faber-Castell menghasilkan lebih dari 2,3 miliar pensil kayu setiap tahun.
 Faber-Castell menghasilkan lebih dari 2,3 miliar pensil kayu setiap tahun.
Tahukah Kamu?
Faber-Castell menumbuhkan sekitar 20 m3 kayu setiap jamnya, setara dengan sekitar 1 beban truk.
Faber-Castell menumbuhkan sekitar 20 m3 kayu setiap jamnya, setara dengan sekitar 1 beban truk.
Tahukah Kamu?
Untuk produksi pensilnya sendiri, Faber-Castell hanya menggunakan kayu dari hutan yang dikelola secara lestari.
 Untuk produksi pensilnya sendiri, Faber-Castell hanya menggunakan kayu dari hutan yang dikelola secara lestari.
Tahukah Kamu?
Desain pensil kayu berubah dari bulat menjadi heksagonal / segitiga karena pensil sering jatuh terguling dari meja
Desain pensil kayu berubah dari bulat menjadi heksagonal / segitiga karena pensil sering jatuh terguling dari meja